Universitas Lambung Mangkurat, coba orang banjar mana yang tidak mengenal kampus yang menjadi kebanggaan hampir seluruh masyarakat Kalsel?!! Kampus yang telah berdiri sejak tanggal 21 September 1958 ini tentunya telah banyak menelurkan puluhan ribu lulusannya, tapi coba anda lihat sekarang bagaimana kondisi sarana dan prasarana yang dimilikinya?!! Sebagai salah satu kewajibanya sebagai lembaga perguruan tinggi dengan memberikan fasilitas untuk para warganya yang berjumlah puluhan ribu orang. Jika kita melihat lebih jelas secara langsung khususnya Kampus FKIP UNLAM Banjarmasin, yang memiliki jumlah mahaiswa terbanyak dari kampus – kampus lain yang terdapat di kawasan UNLAM Banjarmasin.  Sekilas memang terlihat sudah layak untuk menjalakan tugasnya membuat pintar para Mahasiswanya dengan bimbingan dari para Dosen – dosen yang hampir semuanya lulusan pasca sajana dan beberapa yang lainnya bahkan ada yang sudah menjadi Doktor dan tentunya kualitasnya tidak usah diragukan lagi.

Tapi bagaimana jika di lihat dari kondisi sarana pendukungnya?!!! Dari luar kelihatannya sangat bagus untuk di lihat, tapi tahukah anda jika parkir saja hingga saat ini masih dikenakan biaya yang tak jelas kemana hasilnya di gunakan, mahasiswanya setiap parkir di kenakan biaya 500 rupiah, jika di bandingkan dengan sekolah – sekolah tingkat SMP dan SMA yang ada di kota ini harusnya FKIP UNLAM malu karena sekolah – sekolah tersebut saja mampu menyediakan lahan parkir gratis untuk para muridnya. Kenapa FKIP yang notabene tingkatanya lebih di atas mereka tidak bisa??? Padahalkan  setiap semester para Mahasiswanya rajin membayar SPP kenapa juga masih harus dikenakan tarif  parkir dikampusnya sendiri?!!!!!!!!!!! Belum lagi jika kita masuk ke setiap ruang yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, ruangannya jelek dan  sangat jorok sekali, di setiap sudut langit – langit ruangannya di penuhi oleh sarang para “spidey”. Belum lagi ruangan fentilasi yang seharusnya di gunakan untuk pertukaran udara tersumbat oleh debu – debu, mana setiap lampu – lampu yang ada diruangan kelas banyak yang sudah tidak berfungsi jika diperlukan. Lemari – lemari yang ada seperti di ruang 1 beralih fungsi  menjadi tempat sampah dan sarang nyamuk, laci meja Dosen yang juga penuh sampah – sampah, hal ini karena setiap ruangan kelas tidak mempunyai tempat sampah yang di sediakan. Di kampus sendiri masih menggunakan OHP sebagai media penyampaian bahan perkuliahan oleh para Dosen jika beliau – beliau malas untuk mencatat di papan tulis tentunya, padahal sekarangkan sudah jamannya menggunakan LCD Power Point dan hampir semua dosen punya notebook. Kesannya yang ditimbulkan jika kita berada di ruang kelas yang dimiliki FKIP saat ini adalah, setiap ruang kelas itu seperti ruangan yang tidak tergunakan, dan faslitasnya sendiri sudah ketinggalan jaman,  tidak ada kesan nyaman yang timbul jika kita lagi mengadakan perkuliahan didalam kelasnya. Jika kita melihat kondisi sanitasi Drainase yang dimiliki juga tidak berfungsi sebagaimana mestinya, jika turun hujan lebat walaupun hanya sebentar sudah dapat dipastikan halamannya akan banjir hingga kawasan parkir. Toilet yang dimiliki hingga sekarang hanya dua saja untuk para ribuan mahasiswanya, walaupun sudah pernah di renovasi kesan jorok yang menjadi ciri khas dari WC FKIP masih belum hilang juga,  bayangkan jika banyak mahasiswa yang ingin membuang hajatnya?!!!! Tentunya mereka harus menunggu antrian yangtidak jelas kapan selesainya sedangkan jika di paksakan untuk menahan hajatnya bagaimana mereka tidak akan terserang penyakit kencing batu misalnya. Entah siapa yang salah para mahasiswanya yang berjumlah ribuan orangkah atau pengelola kampus yang hanya bisa menyediakan dua toilet saja?!!!!! Yang terpenting FKIP juga tidak memiliki fasilitas olah raga untuk di gunakan oleh warganya. Bagaimana bisa para Mahasiswanya menyalurkan bakat dan minat olahraga yang dimiliki dan agar mereka semakin “enjoy” dengan kampus mereka sendiri dan membentuk pribadi sebagai mahasiswa yang sehat dan bugar secara jasmani. Bukankah selain kita dituntut untuk menjadi Mahasiswa yang pintar kita juga harus sehat??!! Tidak usahlah kita membanggakan fasilitas yang dimiliki oleh Prodi JPOK Banjar Baru yang menjadi anak emas dari FKIP, karena tidak mungkin para mahasiswa FKIP Banjarmasin mau kesana hanya untuk berolah raga saja. Kalau dipikir – pikir kenapa hanya JPOK saja yang mendapat fasilitas olah raga saja???? Dan kenapa kampus FKIP Banjarmasin yang notabene jumlah mahasiswanya lebih banyak tidak di sediakan??? Bukankah mungkin dari sebagian jumlah Mahasiswa FKIP UNLAM Banjarmasin lebih berbakat menjadi olah ragawan yang lebih hebat dari Mahasiswa JPOK??!!! Bicara soal teknologi kampus FKIP tidak ketinggalan dengan kampus – kampus lain yang ada di komplek UNLAM Banjarmasin, FKIP memiliki ruangan Multimedia untuk memberikan layanan internet gratis para warganya, walaupun sejauh ini jumlah computer yang dimiliki sangat sedikit. Tapi untuk mengatasinya FKIP juga memasang jaringan ”HOTSPOT” inipun entah kenapa hanya di letakkan dibalai “Sakadomas” dan tempat – tempat tertentu saja  tidak di setiap ruangan yang dimiliki????? Kan sekarang ini sudah banyak Mahasiswa FKIP yang membawa Note Book mereka ke kampus sehingga mereka bisa mengakses internet di mana saja tanpa harus bejubel ria di balai. “Buku adalah gudangnya ilmu”, mungkin hal inilah yang menyebabkan kenapa mahasiswa tidak bisa lepas dari yang namanya buku. FKIP juga mempunyai perpustakaan yang letaknya berada di kampus dua, tapi koleksi bukunya juga tidak lengkap. padahal jika perpustakaan lengkap maka para mahasiswa FKIP tidak usah jauh – jauh ke perpustakaan daerah untuk hanya sekedar manambah wacana dan mengerjakan tugas perkuliahan. Ruangannya juga sangat kecil sehingga tidak mampu menampung jumlah mahasiswanya yang ribuan orang itu, sedangkan minat baca yang dimiliki oleh para Mahasiswanya sangatlah tinggi terbukti dengan banyaknya jumlah Mahasiswa FKIP yang berkunjung ke Perpustakaan Daerah untuk mencari Buku – buku yang seharusnya di sediakan oleh pihak pengelola kampus dan perpustakaan FKIP tentunya.

Pantas saja kalau sekarang ini kebanyakan dari Mahasiswanya sehabis melaksanakan kegiatan perkuliahan banyak yang langsung ngacir alias pulang karena tidak kerasan di kampusnya sendiri yang memiliki banyak sekali kekurangan dalam pemenuhan fasilitas. Tidak ada kegiatan lagi yang bisa mereka lakukan walaupun hanya untuk sekedar melepaskan penat seusai perkuliahan. Celakanya Kebanyakan dari para mahasiswa FKIP UNLAM sendiri besar hati, lapang dada, dan sabar menerima kondisi dari keadaan kampusnya sendiri. Sehingga para pengelola kampus hingga sekarang masih bisa santai tanpa harus takut mendapatkan protes dari para mahasiswanya. Padahal setiap semesternya mereka telah membayar SPP untuk segala kegiatan dan pemenuhan sarana dan prasarana perkuliahan. Jumlah SPP yang di bayarkan tidaklah sedikit, apalagi mahasiswa jalur mandiri yang SPPnya berkisar satu juta rupiah keatas tiap semesternya. Belum lagi untuk setiap penerimaan Mahasiswa baru jalur Mandiri setiap tahunnya yang dikenakan baiya yang embel – embelnya di gunakan sebagai uang pembangunan yang tahun 2007 kemarin saja biayannya mencapai lima juta rupiah untuk masing – masing Mahasiswa yang di terima. Tapi toh tetap saja tidak ada perubahan yang signifikan terhadap sarana dan prasarana yang ada di berikan oleh kampus. Wajarlah kalau sebagian teman – teman mahasiswa curiga jika terjadi penyelewengan dana di kampus, namanyakan juga manusia.

Jika dilihat dari sarana dan prasarana penunjang perkuliahan yang dimiliki oleh FKIP UNLAM Banjarmasin seperti saat ini, dapat kita bayangkan bagaimana para lulusan yang di hasilkan oleh kampus ini apakah bisa bersaing dengan para mahasiswa yang berasal  dari FKIP – FKIP lain yang berasal dari jawa?!!!!!!! Yang notabene kualitasnya tak diragukan lagi.

Factor – factor tersebut masih sebagian kecil dari kelebihan dan kekurangan yang dialami para mahasiswa dari fasilitas yang diberikan oleh kampus FKIP UNLAM sekarang ini dan entah akan sampai kapan?????. Mungkin masih  masih banyak hal yang terungkap, tapi kita mengharapkan agar untuk kedepannya FKIP UNLAM Banjarmasin segera bisa memenuhi dan memperbaiki segala sarana prasarana yang telah ada maupun yang belum ada. Amien.