Beliau awalnya seorang sarjana Ekonomi berasal dari Lahore Pakistan, yang dikemudian hari menekuni bidang-bidang lain seperti; sejarah, politik, dan hukum serta menulis bidang sejarah-filsafat. Menempuh Magister Filsafat di Universitas Punjab dan beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar Filsafat Sejarah oleh Universitas Karachi, beliau juga pernah menjadi Anggota Badan Riset Islam Pakistan.

Pemikiran Kesejarahan

            Menurut Abdul Hamid Shiddiqi kemajuan dan kemunduran setiap bangsa bergerak di seputar hukum yang pasti. Karenanya tidak ada satupun yang berjalan serampangan. Bangsa-bangsa di dunia akan mencapai puncak kejayaan dan kemakmurannya setelah lebih dulu mengembangkan sifat-sifat khusus dalam dirinya, sebagai potensi diri.

            Menurut Abdul Hamid Shiddiqi, kemunduran dan kemerosotan suatu bangsa biasanya disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena adanya kerusakan yang evolutif, yaitu kerusakan secara bertahap atau secara perlahan-lahan, dalam berbagai pranata dan aspek kehidupan masyarakat dan negara yang bersangkutan. Kedua, karena menggejala dalam suatu negara maka tanda-tanda kearah kehancuran tidak bisa dihindarkan lagi. Kehancuran tinggal waktunya. Menurut hamid hal itu sesuai dengan maksud QS. al-Anfal : 53 : “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni’mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum. Hingga kaum  itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

            Dari ulasan singkat diatas, menurut Abdul Hamid Shiddiqi, bahwa faktor-faktor fundamental terjadinya perubahan di alam, atau dalam masyarakat, lebih banyak ditentukan oleh perkembangan dan kondisi jiwa seseorang, kelompok masyarakat atau bangsa yang bersangkutan. Tidaklah akan terjadi perubahan positif atau negatif atas diri seseorang, masyarakat atau bangsa, kecuali disebabkan oleh perubahan jiwa dari diri dan bangsa bersangkutan.