Kelompok Diskusi Mahasiswa Sejarah 05 atau yang biasa dikenal dengan KDMS 05 adalah merupakan lembaga sosial kemasyarakatan yang dibentuk oleh para Mahasiswa Sejarah FKIP Unlam angkatan 2005 pada bulan September tahun 2006, KDMS 05 sendiri berada dibawah naungan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unlam dan dibina langsung oleh Dosen Sejarah yaitu Dr. Herry Porda Nugroho. M,Pd. dan Drs. Bambang Subiyakto. M,Hum. KDMS 05 sekarang ini di ketuai oleh saudara Adi Fitriansyah Rizqoni, dan yang menjadi para anggotanya sementara ini adalah para Mahasiswa Sejarah Angkatan 2005 yang berjumlah 37 orang. Pada awal berdirinya, KDMS 05 mempunyai tujuan yang sangat sederhana sekali, yaitu ingin membiasakan dan melatih para anggotanya agar mampu berbicara dan berdiskusi di forum/muka umum, serta mengemukakan unek – unek yang ada dipikiran para anggotanya. Yang menjadi fokus dalam setiap diskusi yang dilaksanakan adalah hal – hal baik menyangkut dunia perkampusan, pendidikan, politik dan hal – hal lainnya yang menjadi problem sehari – hari. Adapun Visi dan Misi yang dimiliki oleh KDMS 05 yang sesungguhnya adalah:

Visi:

1.      Membentuk Mahasiswa Sejarah yang pandai dalam berkomunikasi, menyampaikan pendapat, dan argument yang dimiliki oleh setiap anggotannya sesuai dengan kemampuan intelektual yang dimiliki.

2.      Menjadikan para Anggotanya menjadi Mahasiswa yang kritis dalam berpikir, bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Misi:

            Mengadakan diskusi, mengundang pembicara / Dosen, bedah Film dan Buku, serta hal    hal lain yang bersifat akademisi.

            Untuk melakasanakan segala program kegiatan yang dimiliki oleh KDMS 05 sementara waktu ini masih menggunakan fasilitas ruangan yang disediakan oleh Perpustakaan Pusat Unlam, karena KDMS 05 belum mempunyai tempat yang tetap. Pada perjalanannya KDMS 05 ini telah lumayan banyak menjalankan program – program diskusinya yang berkaitan dengan dunia perkampusan. Hal yang paling fenomenal yang pernah dikemukakan oleh KDMS 05 adalah “Tujuh Keajaiban FKIP Unlam”, hal ini sempat menimbulkan pro dan kontra diantara warga FKIP Unlam. Pembahasan ini menggambarkan tentang keterbatasan fasilitas penunjang perkuliahan yang disediakan oleh FKIP Unlam, mulai dari WC mahasiswa yang cuma 2 saja, sampai masalah Birokrasi yang dilakukan oleh bagian kemahasiswaan ( BAAK ) yang dinilai lamban dan berbelit belit dalam melayani para Mahasiswanya. Program lainnya yang sempat juga menyedot perhatian para aktifis akademisi adalah waktu diadakannya bedah buku “DEMOKRASI TERSANDERA???”  pada bulan November 2007 silam yang langsung mendatangkan penulis buku tersebut yaitu saudara Husein Matla sebagai nara sumbernya. Hal – hal tersebut dianggap sebuah kegiatan yang revolusioner yang pernah diadakan oleh Mahasiswa Sejarah FKIP Unlam. Sehingga KDMS 05 ini sangat didukung penuh oleh sebagian besar Dosen-dosen pengajar di Program Studi Pendidikan Sejarah. Untuk sementara waktu ini KDMS 05 belum mengadakan kegiatannya lagi, hal ini dikarenakan banyaknya kesibukan – kesibukan yang berkaitan dengan tugas-tugas perkuliahan yang mendera para anggotanya.