Dalam buku ini Sartono Kartodirdjo merekonstruksi sejarah bangsa Indonesia sebagai sejarah Nasional. Sejarah yang ditulis dalam buku ini adalah sejarah total atau menyeluruh yang memandang perkembangan masyarakat Indonesia sebagai suatu kesatuan. Dalam buku ini yang menjadi kata kuncinya adlah “interaksi” sudah tentu proses interaksi yang mengikuti pola-pola komunikasi dalam jangka waktu tertentu mendorong ke arah integrasi antara daerah atau antar unsur-unsur sosial. Interaksi antara unit terjadi lewat komunikasi mulai dari hubungan perkawinan, perang, perampokan, perbudakan, sampai pelayaran, perdagangan, diplomasi, dan persekutuan.

Dari jaringan komunikasi tersebut tumbuhlah proses integrasi di antara daerah-daerah dan unsur-unsur sosialnya. Seperti pada awal tahun 1500-an wilayah Nusantara sedang mengalami proliferasi kekuasaan, yang mana banyak bermunculan kota-kota pelabuhan sebagai tempat penumpukan barang dagangan, termasuk berlangsungnya perdagangan intenasi onal (Emporium). Terjadinya komunikasi antar bangsa baik dengan barat maupun utara menimbulkan aliran besar cultural yang membawa ideology, sistem kepercayaan, sistem politik dan berbagai unsur kebudayaan lainnya seperti sastra, kesenian, filsafat dan sebagainya.

Pada masa kerajaan-kerajaan besar seperti Aceh, Mataram, Banten dan Makassar, jaringan-jaringan komunikasi itu menciptakan ekologi-politik-historis masing-masing. Yang mana di dalam suatu unit unsur sosial terjadi interaksi ekonomis, sosial, politik dan cultural yang melampaui batas-batas unit lokal tetapi sebaliknya berskala “Nasional”. Disamping itu juga melalui proses interaksi antar bangsa tersebut di wilayah Nusantara pada awal abad 16, banyak masuk aliran-aliran besar yang kemudian turut mempengaruhi kehidupan masyarakat pada saat itu, seperti ketika Islam masuk di Aceh dan Sulawesi Selatan. Kemudian Islam menyebar ke berbagai wilayah nusantara yang lain dan turut menjadi faktor pendukung proses interaksi antar wilayah kerajaan-kerajaan yang ada pada saat itu.

Disamping itu juga, proses penetrasi kolonialisme yang dilakukan oleh VOC maupun Pemerintah Hindia Belanda pada abad XIX secara langsung maupun tidak langsung turut mempersatukan wilayah nusantara yang kemudian setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 resmi menjadi wilayah NKRI.