Dalam buku ini, Marwati Djoned menggunakan metode dalam penulisannya melaui studi puataka. Di mulai dari abad ke-16 yang mana sudah bermunculan kerajaan-kerajaan Islam yang kemudian menggeser eksistensi kerajaan yang bercorak Hindu – Budha. Kerajaan yang bercorak Islam ini awalnya bermunculan di sepanjang pesisir pantai Indonesia.

Terjadinya perebutan hegemoni antar kerajaan-kerajaan Islam dengan VOC mewarnai kehidupan masyarakat hingga akhir abad ke-18. Usaha-usaha yang ditempuh VOC untuk menanamkan imperialismenya secara langsung maupun tidak langsung turutmembantu proses integrasi bangsa Indonesia. Walaupun sering terjadi konflik dengan masyarakat dan pihak kerajaan yang merasa terjajah. Namun, perlawanan yang dilakukan masyarakat pribumi di berbagai daerah Nusantara pada umumnya dapat dipatahkan oleh VOC ataupun pemerintah kolonial Belanda. Usaha belanda dalam mencampuri urusan pemerintahan kerajaan-kerajaan sangat sukses dan banyak dari kerajaan tersebut akhirnya terpecah belah dan terpaksa mengakui legimitasi VOC.

Sistem tanam paksa yang diterapkan pemerintah kolonial Belanda membawa kesengsaraan masyarakat Indonesia  dan juga di lain pihak membawa keuntungan secara tidak langsung yaitu Belanda turut memperkenalkan sistem perkebunan dan berbagai macam jenis tanaman yang sebelumnya tidak diketahui oleh masyarakat pribumi. Yang kebelakangannya menjadi komoditas utama bangsa Indonesia.

Selama abad ke– 19 dan awal abad ke- 20 muncul gerakan-gerakan sosial yang dilakukan masyarakat untuk melawan kolonialisme Belanda baik yang bersifat keagamaan maupun politik yang mempunyai tujuan sama yaitu untuk mengusir Belanda dari bumi ibu pertiwi.