Akhirnya berakhir sudah UAS Genap 2008 hari ini tanggal 27 juni 2008. Ahh Lega rasanya bak kita mengeluarkan hajat yang tertahan begitu lama. Namun masih sedikit ada kejadian yang mengganjal pagi tadi, pada waktu UAS MK Pengantar Sosiologi yang dikawal oleh Wisnu Subroto S.s berjalan seperti biasanya aman dan terkendali. Tapi kondisi yang kondusif itu berubah seketika, disaat beliau meninggalkan ruang kelas tempat ujian. Suasana yang tadinya sedikit hening berubah gaduh bak pasar ikan. Masing-masing peserta sibuk kegiatannya untuk mengisi jawaban dari soal yang telah disebarkan. Kebetulan soal dibagi menjadi 2 karakter. A dan B. Dari yang bekerja dengan jujur, namun yang lebih memilukan banyak dari para peserta ujian melakukan tindakan yang Haram yakni “menyontek.

Entah apa yang menjadi alasan teman-teman pagi tadi menyontek, padahal soal yang diujikan pagi tadi pernah di ajarkan di kelas dan bisa dibaca di buku pengatar Sosiologi. Seperinya hal ini sudah menjadi kebiasaan jelek yang dilakuka oleh beberapa teman-teman saya. Padahal menyontek sendiri sudah menghianati apa yang telah dianugerahkan oleh ALLAH SWT pada kita yakni Otak. Ironisnya lagi teman-teman yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan turut menyontek. Padahal setahu saya nilai akademis mereka jauh lebih baik diatas saya, namun dengan cara yang seperti itu saya menjadi yakin bahwa hasil yang saya dapatkan lebih bermakna dan insya Allah berbarokah.  Lebih parahnya lagi mereka semuanya adalah calon pendidik yang nantinya akan mendidik orang, sedangkan mereka sendiri sepertinya sudah terbiasa melakukan hal yang tidak benar itu. Entah bagaimana nantinya kalau mereka semua menjadi Guru? Dan bagaiman hasil didikan mereka?

Seorang dosen pernah berkata dalam sebuah MK “menyontek adalah tindakan dini korupsi, dengan mencegah menyontek sejak dini kita telah berhasil mencegah korupsi”.

Yach semoga saja Allah SWT memberikan hidayahnya kepada kita agar kita dapat membedakan hal mana yang baik dan buruk bagi kita selanjutnya. Amieen,,,