Sabtu kemaren sekitar jam 3.00 sore. Saya dan Toni tiba di rumah Bapak Ersis Warmansyah Abbas atau yamg lebih akrab di panggil “EWA”. Seorang penulis yang paling produktif di Kalsel ini dan beliau juga adalah Dosen Kami. Tak lama kemudian sekitar kurang lebih 15 menit kami berada dirumah beliau, beliau langsung membawa kami ke tambak ikan beliau, disekitar daerah Irigasi Martapura. Tapi sebelum di Banjarbarunya kami di perjalanan kami singgah sebentar di rumah makan Padang, Beliau memesan makanan Favoritnya “Sate Padang”.

Setibanya kami di tambak ikan, Beliau (EWA) mengajak kami untuk membersihkan saluran pipa yang mengairi tambak. Kami pun kemudian membawa mesin pompa air ke Irigasi. Disana pun tanpa basa-basi Dosen kami tersebut langsung menyeburkan dirinya ke dalam irigasi untuk mengambil sakuran pipa yang mengairi tambaknya.

Mesin pompa airpun dijalankan, agak sedikit susah juga menyalakannya karena selang penyemprot airnya sudah pada bolong, hehe. Setelah menaikkan pipa pengairan tambak ke pinggir saluran irigasi beliau pun langsung memasukkan selang pompa air tersebut kedalam pipa tadi. Dengan sedikit “dikocok” tentunya.

Di sela kegiatan tersebut beliau menjelaskan, cara ini dilakukan untuk membersihkan kotoran-kotoran yang masuk kedalam saluran pipa tersebut, seperti tanah dan rumput. Tak lama kami pun mencoba kegiatan tersebut, hehe. Yach sedikit-sedikit sambil belajarlah sapa tau nanti punya tambak ikan seperti Beliau. Hehe,,

Tidak lama setelah itu kami break sebentar untul makan sate padang yang beliau pesan sebelumnya.
Pak Ewa kemudian mencuci mobil beliau, saya sarankan agar beliau menggunakan sampo biar mobil bersih mengkilap. Kemudian saya menggantikan pekerjaan beliau untuk mencuci mobil. Tak lama kemudian datang teman beliau yang membawa sepeda motor pesanan yang akan di “beri” ke Toni.

Tepat sekitar jam 5 sore, kegiatan membersihkan saluran pipa pun selesai.
Dan kamipun balik ke tambak. Langsung mandi di kolam ikan Beliau,, Ahh lega rasanya, Seger rek. hehe,, Setelah semua selesai mandi kami pun pulang ke kediaman beliau. Di dalam perjalanan beliau memberi “kuliah” kepada saya. Jadi orang itu haus banyak-banyak punya kegiatan, jangan sampai waktu terbuang dengan sisa-sia. Dan ingat kegiatan seperti tadi itu akan lebih bermanfaat dalam kehidupanmu nanti di banding dengan materi-materi yang didapat dalam perkuliahan. Begitu intinya.

Terima kasih pak. Bapak telah memberikan sekali lagi pengalaman yang menarik sekaligus mendidik buat saya.