Akhir-akhir ini di media cetak maupun elektronik, santer membahas masalah Fatwa haram buat rokok yang di akan di keluarkan MUI di Indonesia. Hal ini di tinjau dari aspek kesehatan dan ekonomi, memang merokok tak ada manfaatnya sama sekali, selain mengganggu kesehatan si prokok aktif, juga merugikan kesehatan si perokok pasif. Di tambah lagi sekarang ini makin banyaknya bertambah perokok aktif di negara kita ini.

Di keluarkannya Fatwa ini di harapkan bisa menekan laju bertambahnya konsumen rokok di negara kita ini. Ironisnya lagi perokok aktif di negara kita ini di dominasi para remaja usia sekolah. Kebijakan MUI dengan mengeluarkan Fatwa Haram ini di dukung oleh KOMNAS perlindungan anak, Setyo Mulyadi. Dia menanggap rokok melanggar HAM anak-anak di bidang kesehatan dan merusak masa depan mereka.

Bila di tinjau dari aspek ekonomis, rokok mempunyai andil yang sangat besar buat pemasukan Negara di sektor pajak. Malah ada selentingan yang mengatakan “merokok dapat merugikan kesehatan, tapi bila tak merokok merugikan negara”. Apa lagi perusahaan rokok yang tersebar di negara kita ini juga banyak memberikan kontribusi yang besar buat sebagian masyarakat indonesia,  banyak masyarakat yang bekerja sebagai karyawan di pabrik rokok, dan para petani tembakau yang saat ini menggantungkan hidupnya dengan rokok. Bila Fatwa ini jadi dterapkan di negara kita bagaimana kelanjutan nasib mereka?

Sebaiknya MUI bila ingin menerapkan Fatwa Haram buat rokok ini tak hanya ditinjau dari satu sisi saja, melainkan dari beberapa sisi. Hemat saya untuk mencegah bertambahnya jumlah perokok aktif dikalangan remaja, sebaiknya pemerintah lewat Depkes bekerjasama dengan Depdiknas melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah yang ada di seluruh wilayah negara kita ini. Dan tentunya diharapkan maksimalnya peran serta masyarakat kita untuk sadar akan bahayanya merokok. Dan lebih penting lagi peran serta dari orang tua terhadap anak-anaknya harus diperketat, diberi pemahaman bahaya merokok dan memberikan contoh untuk tidak merokok di depan anak-anak mereka (bila ortu perokok). Mulailah budaya sehat dengan tidak merokok di tempat umum.

Setujukah anda?