Sudah hampir seminggu ini para Mahasiswa FKIP Unlam mengahadapi ujian akhir semester genap 2008/2009. Banyak sekali momen-momen yang terjadi dalam beberapa hari ini pada pelaksanaan UAS tersebut. Mulai dari diterapkannya peraturan “ambigu” yang mana mengharuskan para mahasiswanya menggunakan “seragam” ala FKIP Unlam yang baru.

Ya, benar peraturan ini berlaku sejak dimulainya UAS, dari tanggal 15-26 Juni 2009 ini. Peraturan tersebut mengahruskan Mahasiswa peserta UAS menggunakan baju atasan putih dan bawahan berwarna gelap. Dengan konsekuen yang melanggar tidak diperbolehkan mengikuti UAS. Terang saja peraturan ini banyak menimbulkan pro-kontra di kalangan Mahasiswa FKIP sendiri. Yang sangat disayangkan banyak Mahasiswa yang sebenarnya tak setuju dengan adanya peraturan hanya diam seribu bahasa, seakan takut untuk menyuarakan kata “tolak”.

Ide untuk menyeragamkan Mahasiswa FKIP itu sendiri sih sudah lama santer di telinga Mahasiswa itu sendiri. Namun hanya dianggap angin lalu. Kesempatan inilah yang diambil oleh para petinggi Kampus FKIP untuk mencoba menerapkan peraturan barunya tersebut. Alhasil hampir seminggu ini peraturan ini berjalan sangat efektif tanpa ada perlawanan sedikit pun dari Mahaiswa.

Menggelikan memang melihat tidak ada reaksi apapun dari mahasiswa terhadap peraturan ini. Mereka seakan mengikhlaskan saja ketika hak mereka mulai dirampas, hak untuk berpakaian seperti perkuliahan biasa. Yah memang apa yang santer dibicarakan oleh orang-orang luar Unlam, bahwa Mahasiswa Unlam kurang kritis memang benar adanya. Dan celakanya hal ini terjadi pada mahasiswa yang kampusnya merupakan kampus terbesar di Unlam.

Wahai para Mahasiswa FKIP Unlam sampai kapankah kalian akan terlena, cuek bebek akan berbagai peraturan-peraturan yang berlaku di kampus ini, yang secara tidak langsung merugikan kalian sendiri? So sadarlah.