Copa_Indonesia_2007_largeSepak bola Indonesia lagi-lagi ternoda oleh tindakan tidak sportif yang dilakukan oleh banyak pihak. Partai puncak Copa Indonesia yang mempertemukan antara dua tim terbaik dalam kompetisi ini yaitu Persipura dan Sriwijaya FC seharusnya menyuguhkan pertandingan yang sangat menarik, nyatanya tidak. Partai final ini sendiri diselenggarakan di Stadion Jaka Baring Sriwijaya, Sumatera Selatan, yang notabene merupakan kandang dari Sriwijaya FC.

Awalnya pertandingan ini berjalan dengan sangat lancar sekali, walaupun banyak kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit Bambang Purwanto untuk kedua belah pihak. Walaupun serangan lebih didominasi oleh tuan rumah, namun tim tamu masih bisa memberikan perlawanan melalui “counter attack”. Hingga turun minum, pertandingan masih dengan skor kacamata. Setelah turun minum pertadingan kemudian dilanjutkan, dan menit 51 tim Sriwijaya FC berhasil merubah kedudukan menjadi 1-0 melalui sundulan kepala dari Obiora yang memanfaatkan umpan dari Husnul Yuda.

Selang lima menit kemudian Insiden yang tak diinginkan terjadi, yang mana pemain dari Sriwijaya FC melakukan Handsball, namun wasit tak meniup peluit untuk memberikan penalti. Protes pun dilakukan oleh para pemain dari Persipura, namun karena tak digubris oleh wasit, mereka kemudian melakukan walk out meninggalkan pertandingan. Dan dengan terpaksa tim Sriwijaya FC keluar sebagai juara bertahan Copa Indonesia 2008/2009 dengan menag WO dari Persipura. Namun kejadian ini kembali mencoreng persepakbolaan negara kita.

Idealnya sebuah partai final harus diadakan ditempat yang netral dan dipimpin oleh wasit yang berkualitas. Namun yang terjadi tadi malam tidak, partai final malah diadakan di kandang salah satu finalis. Seharusnya hal ini kedepannya agar diperhatikan oleh penyelenggara dan panitia agar hal seperti ini tak terulang kembali di masa yang akan datang. Untungnya suporter yang menonton pertandingan tadi malam tidak anarki, sehingga hal yang tak diinginkan tak terjadi.